“Maaf ya, Mas, kalau lama,” ujar Suci. Ia baru saja keluar dari kamar karena menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari baju yang pas. Akhirnya, pilihan Suci jatuh pada blouse yang pernah ia kenakan saat menemui Deswita di kediaman Adiningrat, dipadukan dengan celana jins.“Nggak lama, kok,” ucap Arif bisa memakluminya. Lagipula, ia tidak menunggu terlalu lama. Hari masih sore dan mereka masih memiliki banyak waktu. “Berangkat sekarang?”“Bentar, Mas.” Suci berlari kecil menuju dapur. “Aku ambil lauk dulu.”Arif yang semula hendak bangkit dari sofa, mengurungkan niatnya. Ia kembali bersandar dan membalas beberapa pesan di ponsel. Tidak butuh waktu lama, Suci kembali ke ruang tengah sambil menenteng sebuah tas spunbond. "Ayok, Mas, berangkat," ajaknya dengan napas yang sedikit memburu.Arif menatap tas kain berwarna kuning yang dibawa Suci, lalu menunjuknya. “Buat Sahli sama Hadi?”“Iya.”Arfi tersenyum. Ia pun bangkit dari sofa lalu berjalan beriringan dengan Suci. Mereka memasu
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-17 อ่านเพิ่มเติม