Arif mengetuk pintu kamar yang ditempati Deswita dengan malas dan menahan kesal. Setelah menyelesaikan semua tanggung jawabnya di kantor dan pengadilan, ia langsung bergegas pulang ke apartemen. Kendati Suci sudah menjelaskan semuanya dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja, perasaan Arif tetap tidak bisa tenang.“Bun …” panggil Arif.Tidak lama kemudian, pintu itu pun terbuka lebar. Deswita berdiri, bertolak pinggan dengan satu tangan. “Office girl itu sudah ngadu rupanya,” ujar Deswita kemudian berbalik dan pergi menuju tempat tidur. Ia meraih remote televisi, lalu mematikannya. Jam kerja belum sepenuhnya berakhir, tetapi Arif sudah kembali pulang. “Tutup pintunya,” titahnya ketika Arif juga masuk mengikutinya. “Bun–”“Ini baru jam empat, tapi kamu sudah pulang,” sela Deswita menatap malas pada putranya, “kamu pasti takut kan, kalau sandiwaramu itu ketahuan?”Arif menarik napas panjang. “Bunda ngapain di sini? Dan kenapa …” Tatapannya menyapu kamar yang biasa ditempati Suci, lalu m
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-20 อ่านเพิ่มเติม