“Selama ini, aku sering ketemu klien atau lawan yang ngotot, serakah, dan selalu merasa dirinya benar,” ujar Arif saat mereka duduk di salah satu gerai restoran cepat saji.Suci meminta Arif mampir ke tempat tersebut untuk membeli es krim. Istrinya itu butuh sesuatu yang dingin, untuk meredakan kepala dan hatinya yang masih terasa panas setelah bertemu dengan Nurul dan Bahlil.“Tapi, waktu bicara dengan Om sama Tantemu tadi, ada rasa jengkel yang nggak bisa dijelaskan,” lanjut Arif sambil menyantap es krim miliknya. “Aku salut, karena kamu bisa tahan dengan mereka selama ini.”“Mau gimana lagi, aku, Sahli, sama Hadi masih butuh tempat tinggal,” jawab Suci bercerita sesuai dengan yang sempat dialaminya saat ini. “Kalau pergi dari sana, uangnya pasti kurang karena ada tiga kepala yang harus dikasih makan. Belum bayar tempat tinggal, sama ini itunya. Makanya kita sabar-sabarin aja dulu.”Tatapan Suci beralih pada tempat parkir yang tidak terlalu ramai. “Jujur, sesekali aku pengen banget
Baca selengkapnya