"Aku harap Tuan Ardika bisa memaafkanku, juga jangan memboikotku.""Sekarang aku percaya kamu benar-benar punya kemampuan untuk memboikotku!"Ardika berkata dengan tidak berdaya, "Aku benar-benar sudah memaafkanku. Aku juga nggak perlu membalas orang lain hanya karena dikatai beberapa patah kata saja.""Ya, ya, aku tahu Kak Ardika adalah orang yang berbesar hati."Minako memeluk lengannya dengan ketakutan, mendekati Ardika, lalu berkata dengan sorot mata menggoda, "Tapi kalau aku nggak melakukan sedikit pengorbanan, aku benar-benar nggak bisa tenang.""Kak Ardika, malam ini aku adalah milikmu.""Apa pun yang ingin kamu lakukan, aku terima.""Bahkan sponsor terbesarku di siaran langsung membuat janji temu denganku, aku bahkan nggak pergi menemuinya ...."Tubuh indah Minako langsung menempel pada Ardika. Harus diakui, sensasi sentuhan ini benar-benar luar biasa.Namun, Ardika segera melangkah mundur dan berkata, "Sudah kubilang aku sudah memaafkanmu, maka aku sudah memaafkanmu.""Kak Ard
Read more