Sementara itu, ekspresi Sutandi juga terlihat agak rumit dan getir. "Benar saja, hanya Kakak yang bersedia datang. Orang-orang Keluarga Yasin lainnya masih merasa kita nggak selevel dengan mereka, nggak bersedia menghadiri pertemuan keluarga kita."Walaupun berbicara demikian, Sutandi tetap membawa istri dan putrinya untuk menyambut kedatangan sosok tersebut.Pintu mobil sudah terbuka, seorang pria paruh baya yang tampak berwibawa pun keluar dari kursi pengemudi.Sosok tersebut berkemudi sendiri.Sementara itu, begitu melihat pria paruh baya yang turun dari mobil tersebut, Ardika mengangkat alisnya.Pria paruh baya itu adalah kenalannya, Hilto, Wakil Wali Kota Ibu Kota Provinsi, sekaligus Kapolda Ibu Kota Provinsi."Kakak, selamat datang!"Sutandi melangkah maju, lalu segera mengulurkan tangannya.Hilto tidak mengulurkan tangannya, dia mendengus dengan tidak senang dan berkata, "Baru menghasilkan uang nggak seberapa, sudah membeli vila sebagus ini, bahkan mengadakan pertemuan untuk pam
อ่านเพิ่มเติม