Ardika tidak memedulikan ekspresi meremehkan yang menghiasi wajah wanita itu, dia langsung berjalan melewati wanita tersebut dan bertanya, "Sayang, aku dengar ada orang yang mengirimkan paket kelinci mati padamu? Apakah itu membuatmu ketakutan?""Oh, kiriman dari anggota Keluarga Darma. Yah, hanya trik-trik murahan saja, nggak sampai bisa membuatku ketakutan."Luna menggelengkan kepalanya. Kemudian, pandangannya tertuju pada termos yang dibawakan oleh Ardika. "Apa yang kamu bawa itu?""Aku meminta staf Klinik Torem membuatkan sup herba untukmu, baru saja dibawa kemari. Sup herba ini bisa membantu dalam meredakan panas dalam, memperlancar sirkulasi aliran darah, serta menutrisi energi wanita dan mempercantik kulitmu."Ardika membuka termos tersebut, lalu terkekeh dan berkata, "Tadi saat dalam perjalanan kemari, aku menyentuhmu, kulitmu terasa lebih kering dari sebelumnya ....""Hei, kamu cari mati, ya?!"Luna memukuli suaminya dengan kesal.Sambil tersenyum, Ardika menyendokkan semangku
Magbasa pa