Pintu ruang operasi terbuka setengah.Suster meminta Viko untuk ikut masuk, wajahnya tampak serius.“Pak Viko,” ucapnya cepat. “Kami butuh keputusan anda sekarang.”Viko berdiri kaku. “Keputusan apa, Sus?”Dokter bedah menyusul keluar.Maskernya diturunkan, sorot matanya lelah tapi tegas. "Pasien mengalami perdarahan hebat," kata dokter tanpa basa-basi. “Operasi berjalan, tapi risikonya tinggi.”“Apa… apa bayinya selamat?” suara Viko parau.“Bayinya sehat,” jawab dokter. “Namun kondisi ibunya belum stabil.”Viko hendak melangkah masuk ke dalam ruangan, mengikuti dokter, tapi Levin memegangi lengannya. "Kau tidak boleh masuk, sebelum menjelaskan semuanya padaku!" "Kerabatku yang sedang melahirkan. Suaminya ada di luar negeri. Kalau tak percaya, hubungi saja keluargaku." Viko membungkusnya kata-kata kebohongannya dengan rapi."Maaf, Pak Viko harus segera masuk untuk tandatangan." Suster menatap tajam ke a
Mehr lesen