"Dimana kau?" Suara Johan yang biasanya hangat, terasa kaku dan juga menusuk di telinga. "Aku ada di jalan, mau pulang ke rumah. Ada apa Papa menelepon?" Viko menjawab panggilan telepon yang sedari tadi berdering tak mau berhenti."Ada hal penting yang harus kita bicarakan.""Hal penting apa?" tanya Viko, dengan kening mengerut."Datang saja ke sini. Dan bicara di sini. Oiya satu lagi, datang sendirian! Jangan mengajak Ana!" Belum sempat menjawab, Johan sudah mematikan sambungan telepon.Viko yang penasaran, langsung memutar arah. Ia batal pulang lebih awal, agar bisa memenuhi permintaan ayahnya.Setibanya di rumah megah, tempat dimana ia tumbuh, Johan terlihat berdiri di teras rumah sambil melipat tangan di depan dada. Tatapannya lurus dan tajam, membuat Viko salah tingkah."Apa Mama sakit lagi?" tanya Viko."Masuklah! Kita bicara di dalam." Nada suara Johan terdengar datar, tapi ekspresi wajahnya penuh amarah
Last Updated : 2026-01-16 Read more