Tirta tahu Luvia memang agak pendiam. Dia membalas seraya mengedipkan matanya, "Tenang saja, Kak Luvia. Setelah aku pulang, kamu juga puaskan aku ya?"Wajah Luvia memerah. Dia terdiam sejenak sebelum menyahut, "Nanti kita baru bicarakan setelah kamu pulang."Selesai bicara, wajah Luvia makin memerah. Dia menutup pintu kabin dan masuk ke pesawat terbang. Tak lama kemudian, pesawat terbang yang dikemudikan Elizabeth lepas landas.Tirta tertawa lagi dan berucap, "Ayo, Adeline. Sudah saatnya kita berangkat."Yelena mengoreksi, "Oke, Tuan. Tapi, namaku Yelena.""Eh ... salah. Oke, Yelena," timpal Tirta.Yelena naik ke pesawat terbang bersama Tirta dengan perasaan antusias. Setelah beberapa saat, pesawat terbang melaju ke arah lain. Hanya saja, pesawat terbang itu tidak melaju dengan stabil.....Pada saat yang sama, di ruang bawah tanah Gedung Giok yang terletak di Negara Martim. Lucifer mengakhiri panggilan telepon Beta dengan ekspresi bimbang.Lucifer berkata, "Semuanya, Keluarga Randolph
Read more