Petinggi organisasi pembunuh itu menunjukkan ekspresi panik, lalu menghilang setelah diinjak Tirta hingga hancur.Setelah membunuh petinggi organisasi pembunuh itu, Tirta berpesan, "Kak Luvia, kamu jaga mereka. Biar aku yang kejar mereka saja."Tirta tidak menunda waktu lagi. Dia langsung mengejar dua ketua Black Gloves yang kabur. Tirta terkejut melihat kedua orang itu tidak langsung mati, jadi dia harus membunuh mereka secepatnya.Luvia mengiakan sambil mengangguk, sedangkan Linda dan lainnya mengingatkan Tirta."Guru, hati-hati!""Tuan, hati-hati!"Tirta menggunakan Teknik Pengendali Angin dan Teknik Menghilang sekaligus sesudah keluar dari ruang VVIP. Dia bergerak secepat kilat.Begitu sampai di depan pintu istana, Tirta mendengar suara teriakan histeris. "Ah ... tolong! Siapa kalian?"Namun, Tirta tidak mengerti bahasa mereka. Hanya saja, dia sudah melihat dua ketua Black Gloves itu. Mereka sedang mengisap darah beberapa penjaga. Dalam sekejap, darah para penjaga itu diisap sampai
อ่านเพิ่มเติม