Ekspresi Devika terlihat senang dan matanya berbinar-binar. Kemudian, dia menghampiri Tirta dan menjewernya sambil berkata, "Padahal kamu sudah melihat kami datang, kenapa dari tadi kamu nggak panggil kami? Apa rasanya sangat lucu melihat kami cemas?"Devika bertanya, "Selain itu, kenapa di sampingmu ada pramugari cantik? Dia kekasih barumu ya?"Marila, Shinta, dan Aluna juga maju. Mereka mengomeli Tirta."Pak Tirta, kami sangat mengkhawatirkanmu. Tapi, kamu malah bercanda dengan kami. Kamu sama sekali nggak memahami perasaan kami.""Benar. Kak Tirta, aku ingin gigit kamu!""Pak Tirta ...."Tirta tertawa dan menyahut sembari merentangkan kedua tangannya, "Tadi aku lupa, bukan sengaja bercanda dengan kalian. Apa kalian percaya?"Selesai bicara, Tirta langsung merangkul pinggang Devika yang ramping.Devika mengentakkan kakinya dan membalas, "Cih, kami nggak percaya!"Serena yang kaget baru berdiri dengan ekspresi terbengong-bengong. Dia bertanya dengan perasaan minder, "Ada apa ini? Buka
Read more