Wanita paruh baya mengaduh, lalu buru-buru menghampiri Satrio dan berteriak, "Ah .... Satrio, bagaimana kondisimu? Jangan takuti Ibu. Aku cuma punya satu putra. Kalau terjadi sesuatu padamu, mana mungkin aku bisa hidup lagi?"Yumna sama sekali tidak memedulikan kondisi Satrio. Sebaliknya, dia melihat Tirta dengan perasaan takut dan bergumam, "Apa pria ini ... menguasai ilmu bela diri?"Yumna langsung mundur, tetapi dia berpikir dirinya sudah bersusah payah membohongi Satrio. Sebentar lagi dia akan mendapatkan uang. Jika dia pergi sekarang, semua usahanya sia-sia.Jadi, Yumna memutuskan untuk tidak pergi. Dia berencana mengamati situasinya sebentar. Jika situasinya tidak beres, dia masih sempat kabur.Satrio sangat kesakitan sampai pusing, tetapi dia tetap menunjuk Tirta dan menjerit dengan geram, "Bu ... kakiku sakit sekali, sepertinya kedua kakiku patah! Aku jadi cacat ... hidupku hancur .... Bu, kamu harus bantu aku balas dendam dan patahkan kakinya ...."Satrio menambahkan, "Dia jug
続きを読む