Saat bicara, Sherina masih memandangi Tirta. Hanya saja, sosok Tirta makin mengecil dan perlahan menjadi titik hitam. Bahkan sosoknya terlihat makin tidak jelas karena diselubungi awan hitam.Mata Sherina memelotot lagi, lalu dia memfokuskan pandangannya. Akhirnya, sosok Tirta menghilang. Sherina tiba-tiba merasa antusias.Fiona memang kaget, tetapi pemikirannya tentang Tirta tidak berubah. Dia berujar, "Dewa apanya? Bukannya dia itu robot abnormal? Sherina, kamu kenapa? Jangan-jangan otakmu bermasalah?"Sherina yang tersadar menanggapi, "Mr.P bukan robot .... Fiona, kamu sudah diperdaya. Robot nggak punya detak jantung, tapi Mr.P punya."Mata Fiona berbinar-binar. Dia membalas, "Bagaimana kalau dia itu robot yang punya detak jantung? Kalau dia bukan robot, bagaimana kamu menjelaskan kehebatannya? Dia bahkan bisa terbang. Astaga, dia hebat sekali! Setelah dia kembali, aku pasti akan menyuruhnya membawaku terbang."Sherina hanya menyahut dengan singkat, "Karena kemungkinan besar dia itu
Read more