Mendengar perkataan Tirta, Fiona langsung menyingkap selimutnya. Kemudian, dia melempar bantal ke wajah Tirta dan marah-marah, "Dasar pria berengsek, kamu mati saja! Kalau kamu berani mengungkit hal itu lagi, malam ini aku akan bertarung mati-matian denganmu! Biarpun aku harus mati, kamu juga pasti celaka!"Sherina tidak bisa menahan tawanya. Dia menanggapi, "Fiona, Mr.P cuma bercanda denganmu. Justru dia makin senang meledekmu kalau kamu marah. Nggak usah dianggap serius. Aku mandi dulu, nanti kalian berdua jangan berkelahi."Fiona yang kesal membalas, "Cepat mandi, sebaiknya jangan terlalu lama. Kalau kamu terlambat keluar, mungkin kamu harus membereskan mayatku atau mayatnya!"Tirta tampak sok dewasa saat berkomentar, "Hehe, jadi anak muda memang sangat menyenangkan."Kali ini, Fiona tidak memedulikan Tirta lagi. Sherina juga berjalan masuk ke kamar mandi dengan perlahan setelah melihat Fiona dan Tirta berhenti berdebat.Byur! Terdengar suara air mengalir dan kabut memenuhi kamar ma
続きを読む