Melihat ekspresi Sherina yang ragu, Fiona berbisik, "Kamu percaya padaku saja. Pasti nggak salah. Sherina, aku nggak akan mencelakaimu."Sherina terpaksa menyetujui, "Oke. Kalau begitu, aku ikut kamu saja."Saat bicara, Sherina refleks melirik Tirta sekilas. Kala ini, Tirta sudah tersadar. Dia tersenyum begitu memperhatikan tatapan Sherina.Wajah Sherina memerah. Dia segera menunduk untuk menghindari tatapan Tirta.Setelah beberapa saat, terdengar suara pramugari yang lembut di dalam pesawat terbang. "Para penumpang yang terhormat, kemarin Kota Triven terkena dampak bencana alam. Jadi, pesawat terbang tidak bisa mendarat dengan lancar. Selanjutnya kita akan mendarat di Bandara Aksata. Mohon tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang ...."Tirta membatin setelah mendengar pengumuman, 'Yang terkena dampak itu wilayah Kota Triven. Um, aku nggak perlu menghabiskan waktu untuk melakukan pencarian lagi. Aku langsung pergi ke Kota Triven saja.'Sementara itu, Jerome berseru di dalam hati, 'B
Read more