Pemuda itu menjelaskan dengan tatapan tajam, "Sayangnya, waktu itu guru takut 'Kitab Adikara' diambil sekte super besar. Jadi, dia merahasiakannya. Kali ini, guru merasa dia hampir mati. Dia terpaksa mengambil risiko untuk membawa pergi kitab itu.""Siapa sangka, 'Kitab Adikara' tiba-tiba menghilang. Selama ini, nggak ada orang lain lagi di tempat ini selain mereka. Pasti senior mereka yang mencuri 'Kitab Adikara'. Hanya saja, ada orang yang keras kepala dan kejam," lanjut pemuda itu.Pemuda itu meneruskan, "Dia tega melihat semua anggota organisasi ini mati dan para wanita ditindas di depannya, tapi dia tetap nggak mau menyerahkan kitab itu. Suruh junior lainnya tambah tenaga mereka lagi untuk lanjut siksa istri dan putri mereka. Aku yakin dia nggak mungkin terus merahasiakannya."Mendengar jeritan anggota Organisasi Publikasi yang marah dan menderita, Aldari menunduk. Air matanya mengalir. Dia menyalahkan dirinya, hatinya sangat sakit seperti diiris pisau.Namun, Aldari sama sekali t
Read more