Neoma merasa bingung.Ekspresi Kamala tampak panik. Dia segera menggeleng dan menyahut, "Aku .... Nggak apa-apa, Canggah. Aku cuma tanya. Canggah nggak usah anggap serius."Neoma melihat Tirta sekilas. Wajahnya sedikit memerah. Dia bercanda, "Kamala, jawab aku dengan jujur. Jangan-jangan kamu ingin menjadi kekasih pemuda itu karena melihat dia tampan dan perkasa?"Neoma memang sudah meninggalkan hal duniawi, tetapi hatinya goyah saat melihat Tirta.Wajah Kamala merah padam dan mulutnya terbuka. Dia tidak tahu bagaimana caranya menanggapi perkataan Neoma.Neoma mengalihkan topik pembicaraan. Dia menepuk bahu Kamala sambil tertawa dan menasihati, "Kamala, kalian bukan berasal dari dunia yang sama. Selain itu, hari ini dia pasti mati. Kamu nggak usah berharap padanya lagi."Kamala langsung menyangkal, "Canggah, aku nggak berpikiran seperti itu. Jangan bercanda ...."Melihat reaksi Kamala, Neoma tidak berkomentar lagi. Dia kembali memperhatikan pertarungan Tirta dengan Razin.Kala ini, Raz
Read more