Arshala berbicara dengan penuh rasa bersalah."Kamu nggak perlu mengkhawatirkan itu. Walau langit runtuh pun masih ada gurumu ini yang menahannya. Kalau aku nggak mampu menahan, masih ada Kepala Istana. Lagi pula, melindungimu bukan keputusanku, ini permintaan langsung dari Kepala Istana. Tapi, hanya kamu saja yang tahu, jangan sembarangan membicarakannya," kata Suryana."Ternyata begitu," kata Arshala yang akhirnya mengerti. Namun, setelah hidup selama tiga ribu tahun lebih dan melihat Suryana sangat menghargai Tirta, dia bisa memahami inti masalahnya dengan mudah. Jika pihak lain bersedia melindunginya, itu juga pasti karena Tirta."Bagus sekali, Tetua Suryana.""Bagus sekali, Istana Samara. Kalian kira Sekte Formasi Surgawi mudah ditindas?""Sesama tiga tanah suci besar, tapi kalian sama sekali nggak menghargai kami. Ini benar-benar keterlaluan.""Ayo, kita kembali sekarang juga dan lapor pada Tetua Agung. Biar mereka sendiri yang bawa orang untuk turun tangan."Sikap Suryana membua
Read more