"Harta berharga ini cuma boleh jadi milikku! Siapa pun yang berani menyentuhnya, akan langsung kupecat!" Kanz memeluk erat buah spiritual itu seperti anjing gila, tidak membiarkan siapa pun mendekat."Pak Kanz, tadi Tuan Abadi sudah bilang kalau semua saudara di sini juga punya bagian!""Itu bukan milikmu sendiri!""Kamu mau memonopolinya? Kamu nggak takut Tuan Abadi kembali, lalu menghukummu karena mengabaikan ucapannya?"Sekelompok staf pemerintahan itu langsung membentak keras."Berani sekali kalian menakut-nakutiku! Saat dia ada di sini, aku memang memanggilnya Tuan Abadi. Tapi setelah dia pergi, akulah penguasa tertinggi di sini! Kalian semua minggir dari hadapanku!"Kanz terlebih dulu melirik sekeliling. Setelah memastikan Tirta sudah tidak ada, dia langsung membentak dengan kasar."Huh, kalau cuma biasanya diperlakukan seenaknya sih kami masih tahan, tapi di saat seperti ini kamu masih berani sok berkuasa?""Kamu juga cuma manusia biasa! Kami manggil kamu Pak Kanz, makanya kamu
Read more