Udara di dalam kamar terasa hangat, dipenuhi aroma bunga dan wangi lembut parfum yang menenangkan. Di depan cermin besar, Jasmine duduk dengan punggung tegak, gaun putih yang membalut tubuhnya tampak anggun—tertutup, sederhana, namun justru memancarkan keindahan yang begitu berkelas.Itu pilihan Atar.Dan entah mengapa, mengenakan gaun itu membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.Hari ini—hari yang selama ini hanya ia bayangkan—akhirnya benar-benar tiba.Pintu kamar terbuka perlahan.Jasmine menoleh.“Mommy…”Sosok ibunya melangkah masuk dengan senyum lembut. Tatapannya langsung tertuju pada putri bungsunya—dan untuk beberapa detik, ia hanya diam.Seolah sedang menahan sesuatu.“Cantik sekali…” ucap Eliza pelan, suaranya hampir bergetar.Ia mendekat, berdiri di belakang Jasmine, lalu menatap bayangan mereka di cermin. Tangannya terangkat, mengusap lembut pipi putrinya.“Mom…” Jasmine tersenyum kecil, meski jantungnya semakin tak tenang.Eliza menarik napas perlahan.“Ada
続きを読む