Setelah badai gairah yang membara dan penyatuan suci yang teramat intens itu mereda, kamar penthouse suite kembali dilingkupi keheningan yang teramat intim. Napas keduanya perlahan mulai teratur seirama dengan detak jantung yang masih berdegup hangat.Arbi tidak langsung menjauh. Pria itu merebahkan tubuh kekarnya di sisi Alicia, lalu menarik sang istri ke dalam pelukan dadanya yang bidang. Ia menarik selimut tebal untuk membungkus kedua tubuh mereka yang masih polos tanpa sehelai benang pun.Alicia menyandarkan kepalanya di dada Arbi, mendengarkan detak jantung suaminya yang perlahan melambat. Rasa perih yang sempat menyiksanya di awal kini telah bermutasi menjadi rasa hangat, penuh, dan kepuasan tiada tara yang menjalar ke seluruh pembuluh darahnya."Terima kasih, Sayang... Terima kasih sudah menjadikanku wanita seutuhnya malam ini," bisik Alicia teramat lirih, mengecup dada bidang Arbi dengan penuh cinta.Arbi tersenyum sangat tampan dalam kegemaran kamar. Ia mengecup puncak kepala
閱讀更多