Pagi itu mansion Hermawan benar-benar seperti sarang lebah.Semua orang sibuk.Pelayan lalu-lalang.Suara koper digeser memenuhi lorong.Sedangkan ruang tengah dipenuhi tas, jaket, mainan anak-anak, dan berbagai barang yang entah bagaimana jumlahnya terasa semakin banyak setiap menit.Albert berdiri di tengah ruang keluarga sambil memegang tablet di tangannya.Kening pria itu sedikit berkerut.Tatapannya bergerak ke sana-sini memperhatikan semua orang."Paspor sudah lengkap?""Sudah, Dad," jawab Samuel dari arah tangga."Tiket?""Private jet kita sendiri, Daddy," Michael menyahut sambil tertawa kecil.Ccev gassAlbert langsung menghela napas."Ya, Daddy tahu. Tapi tetap saja harus dipastikan semuanya siap." Aruna yang berdiri di dekat suaminya hanya tersenyum kecil.Ia tahu persis seperti apa Albert kalau sudah menyangkut pekerjaan.Pria itu tampak tidak sabar untuk segera kembali ke Paris.Pekerjaan menumpuk.Meeting penting sudah menunggu.Dan setelah beberapa minggu berada di Indo
続きを読む