Mata Arbi langsung terangkat.“Apa?”“Kondisi Sandi sangat parah. Sampai sekarang belum sadar. Dia masih dirawat di ICU.”Jantung Arbi seperti dihantam sesuatu. Hubungannya dengan Sandi memang tidak baik, bahkan bisa dibilang renggang. Tapi bagaimanapun… mereka tetap saudara seayah.Ia terdiam beberapa detik, mencoba mencerna semuanya.“Kalau Mirna?” tanyanya akhirnya, suara sedikit lebih berat.Lusi menunduk sejenak sebelum menjawab.“Kakinya terjepit saat kecelakaan. Dan… kedua kakinya harus diamputasi.”Dunia Arbi seakan berhenti sesaat.Ia benar-benar tidak menyangka… keadaan bisa seburuk ini.“Apa ini… karma?” gumamnya pelan, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.Lusi mengangguk perlahan.“Kita mungkin tidak pernah berharap mereka mendapatkan balasan seperti ini… tapi kalau Tuhan sudah berkehendak, siapa yang bisa menolak?”Suasana mendadak hening.Arbi menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap kosong ke depan. Banyak hal berputar di kepalanya—masa lalu, luka, kemarahan… da
続きを読む