"Ya iyalah! Ketemu kalian itu rasanya seperti sedang reuni keluarga paling ribut seantero jagat raya!" seru Aruna bersemangat.Belum juga kehebohan itu mereda, Kiara ikut menyusul datang dari arah belakang rombongan sambil membuka kedua tangan lebar-lebar. "Heii! Peluk aku juga, dong!""KIARAAA!"Dan dalam hitungan beberapa detik saja, empat wanita matang itu benar-benar berkumpul membentuk lingkaran. Mereka saling peluk, saling mencubit gemas, tertawa lepas, dan menembakkan rentetan pertanyaan secara bersamaan sampai tidak jelas lagi siapa yang sedang berbicara dan siapa yang sedang mendengarkan."Kamu sehat, kan?""Lusi, astaga, kulitmu sekarang kenapa makin glowing begini?""Eliza, serius, kamu ini tidak capek ya punya cucu yang super aktif semua?""Aku capek, tapi aku bahagia sekali!"Tawa mereka kembali pecah berderai. Sementara itu, Mawar yang memilih duduk tenang di kursi tunggu bandara bersama Hermawan, hanya bisa tersenyum simpul menatap pemandangan penuh kebahagiaan
Read more