Satu hari jelang pernikahan. Kamar Alicia berubah menjadi markas besar dengan intensitas kesibukan yang jauh melampaui level tesis magister.Aruna, Olivia, Eliza, Yura, Violet, Anisa dan Jasmine berkumpul di sana, sementara Kiara dan Lusi mondar-mandir memastikan segalanya sempurna."Aduh, pelan-pelan dong!" rintih Alicia saat seorang terapis kecantikan menarik alisnya."Kalau nggak sakit, berarti nggak cantik," sahut Olivia santai sambil menahan napas karena wajahnya sedang dibaluri masker."Kak Olivia!""Ini belum seberapa dibandingkan malam pertama nanti," celetuk Aishwa.Semua wanita di ruangan itu tertawa, membuat Olivia hampir merusak maskernya sendiri. Alicia hanya bisa mendengus kesal melihat kakak-kakak iparnya yang kompak mengerjainya.Setelah luluran, perawatan rambut, hingga manikur yang tidak ada habisnya, Alicia akhirnya menyandarkan kepala ke kursi dengan putus asa. "Aku menyerah. Kalau menikah sesulit ini, kenapa orang-orang masih mau melakukannya berulang kali?""Mer
閱讀更多