Aruna mulai membereskan barang-barangnya. Ia tidak membawa banyak, meski selama tinggal di rumah ini, ia diberikan berbagai pakaian indah, berkelas, dan mahal, semuanya ia tinggalkan. Ia hanya memilih beberapa helai pakaian yang pernah ia kenakan. Bagi Aruna, bukan harga yang penting, tapi makna dan kenyamanan. Ia tidak ingin membawa apa pun yang bisa menambah beban hatinya.Setelah semuanya siap, Aruna melangkah keluar dari kamarnya. Ia mencari Eliza. Kebetulan, wanita hamil itu tengah duduk di meja makan, menikmati sepiring rujak favoritnya dengan wajah yang terlihat lebih segar dari biasanya."Eliza," ucap Aruna lembut, seraya menarik kursi dan duduk di samping wanita itu.Eliza menoleh dan tersenyum hangat. "Mau rujak? Pedas banget, loh. Bayi kembar ini sepertinya doyan banget rujak."Aruna menggeleng sambil tersenyum kecil. Tapi senyum itu mengandung makna yang dalam."Aku... mau pamit," ujarnya pelan namun tegas.Eliza menghentikan sendoknya. Matanya menatap Aruna, penuh tanya.
Last Updated : 2025-07-19 Read more