Ruangan itu langsung dipenuhi suara haru.Beberapa tamu bahkan ikut mengusap mata mereka.Leo tidak langsung menjauh.Bibirnya masih menempel di kening Anisa selama beberapa detik.Seolah ia ingin menyimpan momen itu selamanya.Kemudian ia berbisik pelan.“Hari ini aku berjanji…”Anisa menutup matanya.Leo melanjutkan dengan suara yang sedikit bergetar,“Aku akan menjagamu.”“Menjagamu dari kesedihan.”“Menjagamu dari rasa kesepian.”Ia menggenggam tangan Anisa lebih erat.“Aku tidak akan membiarkanmu berjalan sendirian lagi.”Air mata Anisa akhirnya jatuh lagi.Leo berkata lagi dengan lembut,“Aku tahu hidupmu tidak mudah.”“Tapi mulai hari ini…”ia tersenyum hangat,“…kamu tidak perlu menghadapi semuanya sendirian.”Anisa menatapnya dengan mata yang basah.Leo menghapus air mata di pipinya dengan ibu jarinya.“Kita akan menghadapi semuanya bersama.”Anisa mengangguk pelan.Untuk pertama kalinya sejak lama—ia merasa benar-benar aman.Di sisi lain ruangan—Arbi menundukkan wajahnya s
Read more