Di salah satu deretan kursi bagian belakang pesawat, Arbi duduk dengan posisi yang nyaris sempurna.Punggungnya tegak.Tangan bertumpu rapi di atas paha.Pandangan lurus ke depan, seolah sedang memperhatikan sesuatu yang sangat penting.Padahal—tidak ada apa-apa di depannya.Ia hanya sedang berusaha terlihat normal.Di sampingnya, Alicia duduk dengan sikap yang tidak kalah rapi.Gadis berusia tujuh belas tahun itu tampak begitu manis. Rambutnya tersusun rapi, wajahnya tenang, dan senyumnya tipis—cukup untuk membuat siapa pun yang melihat berpikir bahwa ia adalah gadis yang lembut dan pemalu.Sesekali ia menunduk.Sesekali ia melirik ke depan.Dan lebih sering—ia hanya diam.Benar-benar seperti anak baik-baik.Beberapa anggota keluarga yang sempat melirik ke arah mereka hanya tersenyum kecil.Tidak ada yang curiga.Tidak ada yang berpikir macam-macam.Dan itu justru yang membuat Arbi sedikit lega.Setidaknya, untuk saat ini, tidak ada yang akan salah paham.Namun, Arbi lupa satu hal.
Mehr lesen