Renjana minum susu sambil menemani suaminya di dapur, menemani Hanif yang sedang membuat secangkir kopi. Begitu Hanif berbalik menatapnya yang masih menyedot susu hamilnya, tatapan tidak suka dari suaminya terlihat begitu jelas. “Jana.”Renjana melepaskan pipet itu menatap suaminya kemudian menjawab. “Iya, Hanif?”“Adab orang minum kamu tahu, kan? Masa iya minumnya berdiri? Lagi hamil pula. Nggak boleh. Meski nggak hamil tetap aja adab orang makan dan minum itu duduk.”Bisa apa Renjana kalau sudah ditegur suaminya. Dia menarik kursi di tempat makan dan melanjutkan minumnya. Hanif menggeleng mendekati dispenser yang nyala oranye sudah padam yang artinya air sudah matang. “Kenapa sekarang bikin kopi? Biasanya kan nggak suka? Malah sering minta dibuatin juga”“Hmmm, semenjak bertamu ke rumah kamu. Mau nggak minum nggak enak, alhasil terpaksa.”“Bukannya dada kamu sering sakit kalau minum kopi?”“Hmm itu dulu sih. Tapi aku ngopi kan jarang. Seminggu pun kalau, ini lagi coba lagi. Biar bis
Last Updated : 2025-12-07 Read more