Tiga minggu menjelang kelahiran, Renjana berdiam diri di rumah. Hanya jalan-jalan pagi harinya bersama dengan kakak atau kadang mamanya. Mamanya pun sudah menerima itu semua, tentang Hanif yang mungkin tidak akan pernah kembali lagi untuknya. Sudah dilepaskan sejak malam di rumah mertuanya. Walaupun kadang dia dihubungi oleh Hanif, tapi Renjana sudah mengabaikan pria itu. Hatinya sakit tidak bisa memberikan kesempatan untuk suaminya sendiri, pernah dia berharap bahwa Hanif akan kembali, pada kenyataannya suaminya malah sibuk dengan wanita lain dan memilih dengan wanita itu dibandingkan dengan Renjana sendiri. Tatapannya Renjana nanar waktu dia berada di dalam kamar, tempat di mana dia pernah dipeluk erat oleh suaminya.Renjana seharian ini ada di kamar sampai sore hari merasa tidak enak badan sejak pulang jalan tadi. Renjana mengalami batuk dan sedikit pilek.Waktu dia sedang istirahat, mamanya datang ke kamar. “Nanti pulang kakak kita ke dokter.”“Iya, Ma.” Renjana yang sedari tadi
Last Updated : 2025-12-07 Read more