Begitu ucapan Aidil berakhir, dari dalam penjara bawah tanah langsung terasa gelombang energi yang kuat. Jelas sekali, pertempuran sudah pecah di dalam penjara."Pak Aidil, Afkar pasti sudah menyerang!""Dalam kondisi marah seperti itu, dia jelas nggak peduli apa pun lagi! Nggak ada soal berani atau nggak berani!""Cepat, masuk ke dalam!"Selama ini, keempat pesilat tingkat pencapaian agung itu selalu mengikuti perintah Aidil. Pada saat itu, mereka tidak sempat berpikir terlalu jauh. Begitu teringat bahwa para eksekutor di dalam penjara bisa berada dalam bahaya, keempatnya langsung panik. Mereka tidak mengerti, kenapa Aidil begitu yakin Afkar tidak akan berani bertindak. Orang ini jelas tidak takut apa pun.Barusan saja, Afkar sudah berani langsung menyerang Aidil. Sekarang, kenyataannya pun sesuai dugaan. Afkar kemungkinan besar sudah mengamuk habis-habisan di dalam penjara bawah tanah.Pada saat itu, ekspresi Aidil juga menjadi muram, seolah benar-benar murka. Dia mengajak, "Ayo, kit
Baca selengkapnya