Bani yang masih memegang ponselnya ikut berdiri terburu-buru. Keduanya hampir bersamaan melangkah keluar dari studio Fera, langkah mereka cepat menuruni tangga. Di luar, Kanaya sudah membuka pintu mobil sambil mulai menyusun daftar barang yang harus dia siapkan sebelum berangkat.Di rumah, Indri menghadang di depan pintu. Wajahnya tegang, ponsel masih tergenggam erat di tangannya.“Kanaya,” panggilnya tajam.Kanaya yang baru saja melepas sepatu berhenti. Dia menoleh pelan. “Ada apa, Bu?”Indri tidak langsung menjawab. Dia justru mengangkat ponselnya dan menekan layar. Sebuah video langsung terpampang. Sorak-sorai memenuhi aula besar. Lampu panggung terang menyinari dua sosok yang berdiri bersebelahan—Kanaya dan Arkana. Melihat itu, Bani langsung pergi ke kamarnya.Di layar itu, Arkana tampak menyodorkan mikrofon ke tangan Kanaya dan menatapnya lebih lama dari yang seharusnya.Indri menatapnya tajam. “Ini apa?”Kanaya terdiam.“Reuni keluarga konglomerat?” lanjut Indri, suaranya sema
Last Updated : 2026-03-08 Read more