Matahari kini berada di atas kepala, menembus atap rumah, membuat suasana terasa gerah. Pintu depan di ketuk pelan, dan Kanaya menoleh dari ruang tengah. Fera muncul dengan gerakan kecil yang lucu—berjingkrak sambil merentangkan tangan, memaksa Kanaya ikut tersenyum dan berlari menyambut kehadirannya yang tiba-tiba."Fera..!" pekik Kanaya girang sambil tertawa.Fera datang dengan senyum lebar, tas kecilnya hampir terjatuh, tetapi berhasil dia tangkap kembali. Keringat halus menempel di dahinya, namun tidak menyurutkan semangatnya."Lama nggak jumpa, Sayang," kata Fera riang sambil memeluknya erat, menghapus jarak yang beberapa minggu terakhir terasa begitu jauh dan menyiksa.Kanaya masih terkejut, namun tidak bisa menahan tawa kecil. "Kamu ke sini, siang terik begini?"Fera melepaskan sisa tawanya dan mengangkat bahu santai, menepis keringat dengan pergelangan tangannya. "Iya, rindu kamu."Kanaya menatap keluar rumah, dengan sedikit rasa ragu di dada. "Kamu datang jauh-jauh sendirian?
최신 업데이트 : 2026-02-16 더 보기