Sampai napas mereka menyatu satu sama lain.Janice merasa kepalanya berdengung, akal sehatnya seperti ikut terbakar, yang tersisa hanyalah hasrat tanpa kata.Beberapa saat kemudian, saat dia hampir kehabisan napas, Jason akhirnya melepaskannya. Dengan suara parau, pria itu berkata, "Desainer Janice yang pintar."Wajah Janice memanas. "Aku merasa kamu sedang mengejekku? Kamu pasti sudah tahu aku mau ngapain ya?""Aku nggak tahu. Aku antar Vega ke kamarnya dulu, nanti baru kita bahas.""Siapa juga yang mau bahas sama kamu." Janice membalas dengan wajah memerah.Jason tersenyum tipis, lalu berdiri dan menggendong Vega ke kamar anak.Janice meraba bibirnya yang masih kesemutan, lalu masuk ke ruang kerja.Beberapa waktu lalu, Jason mengganti meja kerja dengan yang lebih besar. Setengah untuk dirinya bekerja, setengah untuk Janice mendesain.Janice menatap tumpukan barang di atas meja, buku-buku yang tidak berhubungan satu sama lain malah bercampur menjadi satu. Entah kenapa, pemandangan itu
続きを読む