Ivy langsung tersadar kembali, lalu menggelengkan kepala dengan perasaan bersalah. "Nggak apa-apa, kamu jangan berpikir terlalu banyak.""Ibu, apa aku masih kurang mengenalmu?" kata Janice sambil mengernyitkan alisnya.Ivy tersenyum dengan canggung. "Kalau begitu, aku bicara terus terang saja. Aku berharap kamu dan Jason bisa segera menikah. Meskipun nggak ada resepsi, setidaknya urus akta nikahnya dulu. Kalau nggak, aku nggak bisa tenang."Janice baru saja hendak membujuk Ivy, tetapi Ivy sudah menggenggam tangan Janice. "Janice, Ibu tahu apa yang ingin kamu katakan. Sekarang kamu sudah hebat, nggak perlu bergantung pada Jason lagi. Tapi, coba pikirkan dari sudut pandangku, kamu ini putriku. Kamu ikut Jason tanpa status yang jelas dan sudah mengalami begitu banyak hal, aku selalu hidup dengan cemas."Saat sedang berbicara, Janice bahkan bisa merasakan tangan Ivy yang agak bergetar. Sepertinya, kejadian belakangan ini memang membuat Ivy benar-benar ketakutan. "Ibu ....""Janice, coba pi
Read more