Zakki sedang menatap layar ponselnya waktu Teguh muncul membawa lunc box. Zakki membuka tutup lunc box, isinya daging sapi yang dimasak menjadi gepuk, ada lima potong.“Wah, enak nih, kesukaan saya. Berapa Om?”“Bawa aja, nggak usah nanyain harga!” ujar Teguh.“Eh, jangan begitu, Om. Ini kan, bisnis. Lagian, ini daging sapi, lumayan mahal. Kalau oreg tempe mungkin enggak apa-apa gratis.”Zakki menoleh pada seorang pegawai catering yang sudah bersiap pulang. “Mbak, nanti WA ke saya harga daging gepuk lima potong, nanti saya transfer. Om Teguh mah katanya enggak tega ngasi harga sama keponakan.”“Oke Kang Zakki, nanti saya WA.” ucap pegawai bagian administrasi itu.“Zakki, ada yang mau saya tanyakan padamu.” ucap Teguh ketika Zakki sudah mau pamit.“Apa Om?”“Saya dengar selentingan, kamu itu punya istri muda, apa itu benar?”“Oh, siapa yang ngomong begitu, Om?” Zakki berlagak pilon. Padahal isyu itu memang sengaja ditiupkan olehnya, pada saat ngobrol basa-basi dengan seorang sepupu, se
Last Updated : 2026-02-02 Read more