“Saya ambil kuncinya dulu,” kataku, buru-buru mencari alasan untuk masuk ke dalam rumah mama. Saat membalikkan badan, aku merasa ada tatapan yang menempel di punggungku. Entah kenapa, dari ekor mataku aku tahu Azka tengah menatapku.Sesaat kemudian, aku kembali dengan membawa kunci. Namun Vanessa sudah lebih dulu bercakap-cakap dengannya, dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak biasa.“Bang,” panggil Vanessa.Azka tersadar, menoleh. “Ya?”“Abang bakal lama tinggal di sini?”“Hmm, paling nggak sampai kontrak satu tahun habis. Setelah itu, siapa tahu. Bisa saja saya dipindah lagi ke kota lain,” jawabnya santai.“Oh, Abang kerja di ITC, ya? Punya gerai di situ? Gerai apa, Bang?” Vanessa terus mengorek.Azka hanya tersenyum lagi, memberikan jawaban samar yang malah membuat Vanessa makin penasaran.“Iiih, rahasia lagi? Banyak banget rahasianya,” cibir Vanessa, setengah kecewa.“Saya kerja di manajemen ITC,” jawab Azka akhirnya, sambil tersenyum lebar. Vanessa jadi salah tingkah.Menghindari s
Terakhir Diperbarui : 2024-11-02 Baca selengkapnya