POV ArlanPetang itu, cuaca cerah. Langit berawan, tapi matahari bersinar, meninggalkan jejak jingga yang indah saat tenggelam di barat. Seperti menyambut babak baru dalam hidupku—seandainya saja aku tahu babak apa yang menungguku.Sepulang dari kantor, aku langsung menuju rumah sakit. Hari ini berat, hari pertama adaptasi di tempat tugas baru membuat kepalaku rasanya penuh. Di dalam benakku, niatku sederhana, mandi, merebahkan badan sejenak, lalu makan malam. Yang terlupakan adalah apa yang sudah Anya siapkan—pernikahan kami—di kamar rawat ibuku.Begitu masuk kamar, aku terkejut. Kamar itu penuh orang-orang, dan mereka berpakaian rapi, terlihat formal, seakan tengah menghadiri acara penting. Kupikir, apakah ini hanya sekadar kunjungan untuk menjenguk Mama?Aku menatap sekeliling, hingga mataku bertemu dengan Anya yang berdiri dalam balutan kebaya putih, rok batik panjang. Wajahnya dirias, lebih tebal dari biasanya. Bahkan Mama pun berdandan, memakai bedak dan gincu."Loh, ada Ibu, Pam
Dernière mise à jour : 2024-11-12 Read More