“Kardus ini ditaruh mana, Reta?” tanya Vanessa sambil mengangkat kotak berlabel dapur.Sinar matahari siang itu mulai terik menyelinap masuk lewat celah jendela dapur. Suara gesekan kardus di lantai dan langkah kaki terdengar riuh di dalam rumah Mama. Aku dan Vanessa tengah sibuk mengatur barang-barang pindahan, sementara Mama berada di dapur, sibuk mempersiapkan sesuatu. “Taruh di pojok dekat lemari itu aja, Nes,” jawabku sambil menyeka peluh di dahi.Vanessa meletakkan kardus dengan hati-hati, lalu menepuk-nepuk tangannya. “Aduh, Re, pindahan begini berasa olahraga total, ya. Tapi tenang aja, tenagaku masih kuat!”Aku tersenyum kecil, merasa bersyukur Vanessa mau repot-repot membantuku. Meski sering dianggap cerewet, julid, dan kepo, ternyata dia adalah tetangga yang bisa diandalkan.Dari dapur, Mama muncul dengan nampan berisi tiga gelas es kelapa muda dan sepiring besar kudapan. Ada lemper, risoles, dan pastel yang masih hangat. “Istirahat dulu, Areta, Vanessa! Nih, Mama bikinin e
最終更新日 : 2024-10-01 続きを読む