Setelah melewati hari yang penuh emosi, aku akhirnya bisa tidur dengan pulas. Bukan hanya karena lelah menangis, tapi karena Arlan yang menemaniku dan memeluk erat sepanjang malam. Rasanya hangat, aman, dan damai.Saat terbangun, aku menggeliat pelan. Ada beban di perutku. Ternyata tangan Arlan masih menindihku dengan posisi terlentang, napasnya teratur sambil mendengkur halus, mulutnya sedikit terbuka. Aku hati-hati memindahkan tangannya, lalu memiringkan tubuh, memandang wajahnya lekat-lekat. Sudah lama sekali aku tidak melihat pemandangan ini, momen saat bangun kesiangan dan menemukan suami masih di sisiku.Suami ... pikiranku berbisik, dan tanpa sadar aku tersenyumYa, suamiku tersayang, satu-satunya....Aku merapat ke tubuhnya, membelai dadanya perlahan. Perasaan sayang ini, begitu tulus, bukan karena keinginan semata, tapi rasa rindu yang lama terpendam. Aku mengecup bahunya, menghirup aroma tubuhnya, merasa begitu lengkap dalam pelukannya. Arlan menggeliat, lalu membuka mata pe
Dernière mise à jour : 2026-01-19 Read More