Malam itu saat Sulli datang meminta pekerjaan, Tuan Tua Agraf tampak berpikir dengan keras. Lalu keesokan paginya, Tuan Tua Agraf memanggil Wenart masuk ke ruangannya, pelayan itu patuh sembari memberikannya teh hangat pada Tuan Tua. Lelaki tua itu terlihat lebih banyak diam dari biasanya. Wenart yang penasaran pun bertanya. "Ada apa, Tuan? Apakah ada masalah?"Tuan Tua diam saja, ia hanya menyeruput tehnya dan menikmati aromanya dalam. Ia menghela napas beberapa kali, Wenart sudah bekerja cukup lama untuk Tuan Tua Agraf, jadi ia tahu mungkin ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh tuannya itu. Namun, Wenart tidak berani bertanya lagi, ia menunggu sampai Tuan Tua mau membicarakannya.Beberapa menit berselang, Tuan Tua tiba-tiba memanggilnya agar duduk lebih dekat dengannya. "Wenart, semalam Sulli menemuiku. Ia meminta bekerja atau lebih tepatnya ingin mengambil alih perusahaan. Aku bisa saja memberinya salah satu yang dikelola Houston ataupun yang lain, tetapi sayangnya ia malah memi
Last Updated : 2025-12-17 Read more