Adrian menahan tawanya saat melihat bagaimana frustasinya Sia. Dia mengenakan celananya yang tercecer di lantai tanpa berniat mengenakan pakaian lainnya. Dia berbaring kembali di samping Sia meski mendapat tatapan tajam. Tangannya dengan santai memutar hasil rekaman yang sudah di modifikasi Dominic sedemikian rupa. "Adrian, apa kau benar benar Adrian? Kenapa tubuhmu sudah sangat besar?" "Sia, kau mabuk lagi?""Mabuk? Aku? Oho, lihatlah. Kau harus memanggilku kakak! Aku lebih tinggi darimu,"Adrian menaikkan satu alisnya, melihat senyum lepas Sia yang lebar. Dia tanpa sadar ikut tertawa. "Kakak? Sia, Kau mabuk lagi. Kali ini lebih parah,""Tampan, kau masih saja tampan. Hanya saja, kenapa kau bisa tumbuh sebesar ini?" "Tentu saja karena aku sekarang pria dewasa.""Dewasa? Lihatlah, kau selalu sombong seperti biasa. Tunggu, kenapa ini sangat keras? Apa kau benar-benar sudah dewasa? Oh benar, aku harus mengukurnya sesuai janjiku. Janji kecil kita," Sia membelalakkan matanya saat su
Huling Na-update : 2025-11-21 Magbasa pa