"Astaga! Aku tak pernah menyangka berhadapan dengan orang sehebat dirimu Dewa Mabok. Aku yang berilmu rendah dan tak punya ke pandaian apa-apa ini mohon maaf. Terimalah hormatku." ujar Penujum Aneh Sambil rangkapkan dua tangan di depan dada dengan sikap segan cepat si kakek bungkukkan badan menghormat pada Dewa Mabok. Tapi begitu dia kembali tegak, turunkan kedua tangan dan menatap ke depan.Penujum Aneh dibuat takjub Dewa Mabok hilang raib berubah menjadi kepulan asap."Aneh, Apakah benar aku bertemu dan bercakap-cakap dengin orang tua sakti itu?" desis sikakek seolah tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.Seakan mendengar apa yang dikatakan Penujum Aneh. Dikejauhan terdengar suara gelak tawa dan santernya aroma tuak. Lalu sayup sayup terdengar ucapan."Kau telah bertemu dan bercakap-cakap denganku. Jadi jelas kau tak bicara dengan setan yang menyerupai diriku. Namun terus terang kau baru bertemu dengan bayanganku saja, bukan ujudku yang asli. Ha h
Read more