Bab 61: Kantara (Tanah yang Tak Pernah Dijanjikan) Udara di sekitar Retakan Timur terasa lebih tipis, seolah-olah realitas itu sendiri sedang menahan napas. Angin enggan berembus, menghormati batas yang kian memudar. Di depan mata mereka, cahaya biru elektrik berdenyut di antara dua lapisan dimensi, menciptakan gema aneh—suara yang terdengar seperti napas panjang dari entitas yang telah tertidur selama ribuan tahun. Dunia Antara bukan lagi sekadar batas. Ia telah bangun. Ia hidup, bernapas, dan mulai bereaksi terhadap keberadaan manusia. Seo Haneul berdiri di ambang jurang kegelapan. Jubah ungu tuanya berkibar, senada dengan aura sihir yang memancar dari jemarinya. Di belakangnya, para penjaga sihir dan ilmuwan Seowon bersiaga dengan artefak pelindung yang berpendar redup. Namun, di titik nadir ini, hanya satu orang yang melangkah maju ke sisinya: Hamin. "Aku tahu aku berjanji akan menunggumu," kata Hamin sambil mengeratkan sarung tangan pelindung dimensinya. Matanya menatap lu
Last Updated : 2025-06-27 Read more