"Arun, aku sudah memutuskannya," ucap Cassiel dibawah sinar rembulan cerah sambil membawa setangkai mawar putih. Kedua mata birunya berkilau oleh bias rembulan yang cerah namun tampak berkaca-kaca. Cassiel mengulurkan setangkai mawar itu pada Arun yang sedang terduduk di hamparan padang rumput. Arun menoleh menatap Cassiel yang mendatanginya dengan rambut panjangnya yang tergerai berantakan, wajah sembab dan tangan bergetar menyerahkan setangkai bunga mawar itu. "Kenapa kau harus sambil menangis?" celetuk Arun. Tubuh Cassiel langsung merosot terduduk dihadapan Arun. "Aku memutuskan agar tidak ikut bersamamu ke bumi tapi ambillah mawar ini," ucap Cassiel."Kupikir bunga ini akan indah di pemakamanku nanti," sahut Arun sambil meraih bunga mawar itu. Inilah alasan Cassiel menangis segugukan. Cassiel percaya dengan ucapan Arun jika ia akan dieksekusi jika gagal membawanya. Cassiel sendiri tak bisa meninggalkan New Neoma karena dia adalah pewaris takhta. "Maafkan aku, sungguh," ucap Cas
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-17 อ่านเพิ่มเติม