Begitu pintu kaca otomatis gedung ARS Company bergeser terbuka, hamparan lobi marmer yang luas langsung menyambut langkah Arsen. Tangan besarnya menggenggam erat jemari mungil Audrey. Gadis kecil itu mengerjap beberapa kali, memutar kepalanya ke kanan dan kiri, menatap bingung pada orang-orang berseragam rapi yang berlalu-lalang. Seketika, langkah para pekerja di lobi terhenti. "Selamat pagi, Pak Arsen," sapa beberapa karyawan serempak, menundukkan kepala dengan hormat. Thomas yang kebetulan sedang berada di lobi, melangkah cepat menghampiri mereka dengan senyum lebar. "Selamat datang kembali, Pak. Dan... selamat pagi, Nona Kecil." Audrey tidak membalas sapaan Thomas. Ia justru mendongak, menarik pelan ujung jas papanya dengan kening berkerut. "Papa, apa ini kantor Papa?" tanyanya dengan suara polos yang menggema pelan. Arsen menoleh. Ia langsung melepaskan genggamannya lalu berlutut, menyejajarkan pandangannya dengan sang putri. Tangan kanannya terayun, menunjuk ke sekeliling
Read more