BAB 101 — NOMOR YANG TERSISAMalam itu, tidak ada seorang pun di mess yang bisa tidur dengan tenang.Jendela yang pecah menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap mereka bukan sekadar gertakan. Seseorang berani melempar batu ketika Fauzan, Bagas, Pak Joko, dan Boneng sedang membicarakan kejadian malam Minah menghilang.Lebih buruk lagi, pelaku seolah tahu bahwa Boneng hendak memberikan kesaksian.Pak Joko membawa batu dan secarik kertas itu ke tempat yang lebih aman untuk didokumentasikan. Ia juga meminta keterangan dari pekerja yang melihat bayangan seseorang berlari menuju gang samping gudang.Sayangnya, saksi tersebut hanya melihat sekilas."Orangnya tinggi atau pendek?" tanya Pak Joko."Saya kurang tahu, Pak. Kejadiannya cepat sekali.""Pakai baju apa?""Gelap. Mungkin jaket."Pak Joko mencatat keterangannya. Ia tidak memaksa saksi itu memberikan jawaban yang tidak diketahuinya.Setelah pemeriksaan singkat selesai, Pak Joko kembali menemui Fauzan dan Bagas."Kalian tetap di sini mal
Last Updated : 2026-10-28 Read more