Selenia terduduk di ranjang, masih sibuk menyulam sesuatu. Pookie baru saja ia tenangkan, hewan kecil itu masih merasakan ancaman sejak kedatangan Carmilla tadi. Sama seperti sang pemilik, Selenia. Wanita itu belum mau tidur, padahal sudah larut malam. Ia masih takut, khawatir wanita vampir itu akan datang kembali, mengancam keselamatan anak dalam kandungannya.Selenia masih sedikit paranoid, namun sudah lebih tenang.Raven duduk di ujung ranjang, diam-diam memperhatikan Selenia. Pookie sudah meringkuk di kakinya, ekornya masih sesekali berkedut, seakan belum sepenuhnya percaya bahwa bahaya telah berlalu. Mata biru Selenia terpaku pada sulamannya, tapi Raven tahu pikirannya tak ada di sana. Jemari wanita itu gemetar, meskipun ia mencoba menyulam dengan tenang. "Kau belum tidur." Suara Raven rendah, hampir seperti gumaman. Selenia tak menoleh."Aku tak bisa." Hening. Raven menghela napas, lalu beringsut lebih dekat. Tanpa peringatan, ia mengambil sulaman dari tangan Selenia dan me
Last Updated : 2025-11-03 Read more