"TIDAK!"Teriakan Aileen menggema sampai lorong rumah sakit yang lengang itu. Beberapa perawat menoleh sekilas, lalu kembali pada kesibukan masing-masing. Lucas meringis pelan, tapi tidak benar-benar tersinggung. Ia justru melirik ayahnya dengan senyum tipis yang menahan geli.Raven tidak membalas senyum itu. Ia duduk dengan kedua tangan terlipat, punggungnya bersandar pada kursi besi yang terasa terlalu sempit untuk tubuhnya. Tatapannya lurus ke depan, namun pikirannya jauh berkelana. Bau antiseptik, suara alat medis yang berdetak stabil, dan langkah-langkah ringan para perawat terasa begitu kontras dengan dunia yang biasa ia kuasai. Dunia yang gelap, bising, dan dipenuhi darah. Tempat seperti ini membuatnya canggung dengan cara yang tidak ia akui.Lucas mendekat dan berdiri di depannya. “Ayah tidak terlihat santai,” ujarnya pelan.“Aku selalu terlihat santai,” jawab Raven tanpa mengalihkan pandangan.Lucas terkekeh kecil. “Tidak kali ini.”Ada jeda di antara mereka. Hening yang tida
Dernière mise à jour : 2026-02-22 Read More