Hana tergagap. "Kamu!""Tapi, ada satu hal lagi." Wenny menatap Hana dengan penuh rasa curiga. "Aku belum sempat meracik obat penawarnya, tapi kenapa kamu bisa bangun sendiri?"Tatapan Hana sedikit berubah. Sebersit rasa bersalah melintas di matanya."Kalau benar aku yang meracunimu, aku pasti akan memastikan kamu mati. Tapi nyatanya, kamu malah bangun sendiri. Pak Morgan, soal racun yang menimpa anakmu ini memang aneh. Aku rasa, kamu perlu menyelidikinya dengan sungguh-sungguh," kata Wenny sambil menatap Morgan.Morgan menatap Hana dalam-dalam.Tatapan itu membuat jantung Hana berdetak kencang, seolah-olah Morgan telah menyadari sesuatu.Hana segera berpura-pura lemas sambil berkata, "Ayah, aku pusing.""Hana, kalau begitu istirahatlah." Morgan membetulkan selimut di tubuh Hana, lalu mengajak semua orang keluar kamar.Di koridor, hanya tinggal Morgan dan Wenny. Morgan memandang Wenny sambil bertanya, "Tentang Hana yang keracunan ini, menurutmu gimana?"Wenny menjawab, "Pak Morgan, aku
Read more